Powered By Blogger

Minggu, 06 November 2011

ILMU JIWA PENDIDIKAN

Pendidikan tentang jiwa psikolog dan psikolog pendidikan yang terpendam dalam diri manusia yang akhirnya dapat melahirkan pola berperilaku, gerak dan lain sebagainya. Dengan demikian pergerakan, pertumbuhan dan perkembangan semua itu menjadi petunjuk gejala adanya jiwa pada manusia. Disini para filosof membagi jiwa menjadi 1.    Daya Vegetatif, bersifat tumbuh, berkembang sebagaimana tumbuh-tumbuhan ini disebut “nafs on nabati” 2.    Daya Sensoris, ini bagi pemilik penginderaan, berpindah sebagaimana perilaku hewan disebut “nafs al hayawany” 3.    Daya Rasional, yang khusus pemilik yang bersifat berfikir, berbuat, berkehendak sebagaimana khusus nampak pada jiwa manusia, dan disebut “nafs al insaniyah” 4.    Daya ruh, bersifat taat, patuh, tunduk, ini menggambarkan sosok malaikat.  Menurut Kejiwaan Manusia Menurut kebanyakan filosof, struktur jiwa manusia terdiri dari : 1.    Jiwa Vegetatif     : bagian terbawah 2.    Jiwa Sensitif     : bagian menengah 3.    Jiwa Rasional     : bagian tertinggi   Pembagian Ilmu Jiwa 1.    Dari segi sasaran / obyeknya, ilmu jiwa dapat dibedakan menjadi dua : a.    Ilmu Jiwa Umum    :     yaitu obyek studynya adalah manusia dewasa seutuhnya, normal dan beradab. b.    Ilmu Jiwa Khusus     :     yaitu obyek studynya adalah bagian-bagian tertentu dari gejala-gejala jiwa. 2.    Dari segi kegunaan dapat dibedakan antara ilmu jiwa teoritis, praktis. a.    Teoritis dipergunakan untuk mengembangkan pengetahuan ilmu kejiwaan. b.    Praktis dipergunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensinya bidang tertentu dari aspek bidang kehidupan manusia.  Pengertian Psikologi Pendidikan. Psikologi pendidikan adalah : suatu stadi kejiwaan dari bidang pendidikan/studi dari bidang pendidikan yang akhirnya diarahkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan pengajaran.




PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI DISIPLIN ILMU

Psikologi pendidikan, bisa dipahami sebagai “study tentang proses pendidikan dari sudut tinjauan psikologi”.
Apakah psikologi pendidikan sudah merupakan disiplin ilmu yang tersendiri? Hal ini dapat lihat apakah psikologi pendidikan sudah memenuhi syarat-syarat berikut:
1.      Harus mempunyai obyek
2.      Harus mempunyai metode khusus
3.      Harus mempunyai ruang lingkup studi yang jelas
4.      Harus mempunyai nilai guna dan manfaat

Obyek Psikologi Pendidikan
1.      Obyek material, yaitu bersifat umum, yang juga menjadi obyek kebersamaan ilmu-ilmu umum lainnya yang sejenis, (obyek dari ilmu induknya).
2.      Obyek formal yaitu bersifat khusus yang hanya menjadi sasaran studi tersendiri dari ilmu yang bersangkutan dan berbeda dari obyek-obyek ilmu lainnya, ini keduanya merupakan penghayatan tingkah laku manusia.

Ruang lingkup Psikologi Pendidikan
Ialah meliputi :
1.      Masalah perkembangan dan pertumbuhan individu
2.      Masalah belajar mengajar
3.      Masalah pengukuran dan penelitian
4.      Masalah bimbingan dan penyuluhan



Kegunaan Psikologi Pendidikan

Secara praktis Psikologi pendidikan berguna pada mereka yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengajar.
a.       bagi perencana pendidikan
b.      bagi para guru
c.       bagi para orang tua




Kamis, 27 Oktober 2011

Sejarah Psikologi

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno.Psikologi sendiri sebenarnya telah dikenal sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup ( levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa.[2] Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. [3]

[sunting] Metode Psikologi

Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
  1. Metodologi Eksperimental
    Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen.[4] Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif[2]

  2. Observasi Ilmiah
    Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.

  3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
    Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.[4] Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaa, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan [2]. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif [2].

  4. Wawancara
    Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket [2] yaitu:
    1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
    2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
    3. Terdapat interaksi langsung berupa face to facesehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.

  5. Angket
    Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.

  6. Pemeriksaan Psikologi
    Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.[4]

  7. Metode Analisis Karya
    Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar - gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang [2].

  8. Metode Statistik
    Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat [2].

    Metode Psikologi Perkembangan

    Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode, yaitu metode umum dan metode khusus. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal, transversal, dan lintas budaya. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. [5] Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan pengamatan. [

    Fungsi psikologi sebagai ilmu

    Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

  9. Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif

  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan. 

Pendekatan perilaku

Pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.

 Pendekatan kognitif

Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan psikoanalisa

Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
 Setiap manusia mempunyai suatu masalah, baik itu dari dalam diri sendiri atau dari luar cara menyelesaikan masalahpun banyak macamnya. Diantaranya ada yang†pergi ke gunung menikmati alam pegunungan dengan udaranya yang segar serta bebukitan yang indah, ada juga yang pergi shoping, memancing ikan, bahkan ada yang pergi ke tempat hiburan seperti diskotik. Apapun alasannya untuk bisa lari dari masalah yang mencekam diri adalah wajar-wajar saja, kendati demikian tidak semua masalah bisa di hilangkan dengan cara-cara di atas, ketika kita salah dalam memecahkan serta lari dari masalah justru masalah baru muncul.  Contoh sederhana ketika pikiran kalut kita†pergi ke diskotik dengan harapan bisa menghilangkan masalah justru kita akan terperangkap dengan dunia DUGEM tersebut, minuman beralkohol, narkoba dan sek bebas walau tidak semua kehidupan Dugem seperti itu.  Bila kita mengerti dengan sumber masalah serta sistem†syaraf yang ada pada otak manusia meyelesaikan masalah sangat gampang, begitu juga dengan membuat keputusan. Manusia pada dasarnya memiliki tiga bagian tubuh, yang pertama adalah tubuh pisik, tulang kulit, jantung, paru-paru dan oragan lainya. Yang kedua adalah tubuh energy, seperti rasa, bau, pikiran, dan lainya yang bersifat energy, dan yang terakhir adalah badan roh yang meyebabkan manusia hidup. Roh pada dasarnya terlepas dari pikiran namun, pikiran sangat tergantung sekali dengan badan roh, satu contoh apabila kita tidur pikiran cendrung tidak aktif, tapi kenapa kita masih hidup? ini di karenakan roh kita masih bersemayam dalam tubuh.  Sumber masalah sebenarnya terdapat pada pikiran kita, apa yang kita pikirkan ini akan di rekam oleh pikiran yang lebih halus yang di sebut dengan BAWAH SADAR. Bawah sadar akan merekan jenis pikiran atau bentuk pikiran apapun, ketakutan, cemas, bingung, dendam apapun semua akan di rekam oleh bawah sadar kita. Ketika tidur inilah bawah sadar membuang ingatan yang tidak terpakai keluar melalui mimpi, inilah proses pembersihan otak melalui mimpi. Apabila†bawah sadar kita tidak kuat maka sebagian pikiran kita akan di penuhi oleh pikiran negatif, sehingga lama kelamaan seiringnya dengan usia kita maka pikiran bawah sadar di penuhi oleh energy yang negatif. Energi negati ini akan menjelma menjadi sebuah penyakit psikologis seperti rasa takut yang berlebihan, cemas, stres, bahkan bisa menjadi kasus yang amat destruktif seperti bunuh diri.  HIPNOTIS..  Kata ini mungkin tidak asing lagi bagi pembaca, bahkan sudah dapat ditonton di depan kaca televisi anda, begitu hebatkah hipnotis tersebut? Hipnotis berarti di bawah kendali, ada banyak ragam pengertian hipnotis namun pada†dasarnya adalah mengendalikan objek dari subyek†( penghipnotis dengan yang dihipnotis ). Hipnotis adalah metode pengobatan purba,†di India dulu hipnotis dijadikan pengobatan paling ampuh yang di sebut dengan PRANA JNANA ( energi pikiran) pikiran mempunyai energi, bila energi pikiran ini habis atau mengkikis maka akan mudah terserang penyakit. Semakin berkembang pengobatan ini†maka dibikin panduan-panduan khusus untuk mampu mengobati sendiri dengan melatih pranayama dan dharana ( konsentrasi dan pernafasan).  Hipnotis merupakan ilmu jiwa yang di dalamnya dipenuhi oleh pengendalian pikiran menuju ketenangan lahir dan batin, tidak setiap orang yang mengerti dengan jiwa serta pikiranya sendiri untuk itulah diperlukan bantuan dari orang lain. Hipnotis bukan ilmu magic, namun murni ilmu saran bawah sadar untuk membuat bawah dasar semakin mampu menganalisa mana yang†baik dan mana yang buruk. Ilmu saran ini sebenarnya banyak ragamnya terkadang kita tidak sadar, seperti sales menawarkan daganganya, guru memberikan keterangan sama muridnya, semua itu adalah ilmu saran, bedanya hipnotis†memberikan saran (sugesti) dalam keadaan tidur di bawah kendali.  Lalu bagaiman ilmu sugesti ini bisa manjur untuk pengobatan, jawabnya adalah hampir setiap hari pikiran kita merekam berbagai kejadian, dengan menghapus file pikiran negatif maka oksigen akan memberikan kekuatan ke otak dan penyakit perlahan lahan sembuh. Ilmu relaksasai adalah bagian dari ilmu hipnotis, dengan berpikir yang rilek serta†mengatur pernafasan maka pikiran akan tenang sehingga sugesti positip dapat meyembuhkan.  HIPNOTIS BUKAN ILMU MEMBIKIN TAKLUK  Banyaknya menonton serta imformasi yang salah tentang hipnotis sehingga terkesan ilmu ini magic dan hebat banget mampu bikin tidur dalam sekejap. Padahal ilmu ini†bukanlah seperti itu, ketika anda meyaksikan tontonan di televisi bahwa manusia dengan gampangnya dipermainkan oleh seseorang yang menghipnotis seolah-olah manusia itu tidak berdaya di depan seorang penghipnotis.  Kebenarannya bukanlah seperti itu, karena ilmu hipnotis membutuhkan proses, hipnotis akan gagal apabila tidak ada kerjasama antara sang penghipnotis dengan yang dihipnotis. Hipnotis hanya berlaku bagi orang yang penurut atau yang mempunyai pikiran kacau dan lemah, apabila pikiran seseorang kuat dan terkendali maka hipnotis akan gagal 100%.  Coba†panggil teman anda, lalu suruh tutup mata dan katakan " dalam hitungan 3 mata kamu tertidur pulas, " jawabnya ada dua macam teman anda pasti tidak tidur atau malah memukul anda, karena anda dibilang EDANNNNN. Itu berarti ilmu hipnotis bukan ilmu dramatis yang sekali sebut terjadi atau dituruti, semua itu butuh proses.  Hipnotis ada dua macam, untuk panggung hiburan atau untuk pengobatan masing-masing mempunyai cara yang sama namun penekannya yang sangat berbeda. Hipnotis hiburan atau Panggung, dalam pagelaran seperti ini semua sudah dipersiapkan alias sudah di rekayasa dan cendrung banyak bohongya,†artinya dari sepuluh orang yang dihipnotis 6 orang adalah temanya sendiri atau sudah pernah kena hipnotis dari yang bersangkutan,†kendatipun ada penonton yang kena dihipnotis†itu†akibat penonton yang terlalu menghayati tontonan tersebut. Begitu juga dengan pos hipnotis, artinya sebelum†orang itu kita jadikan suyet ( objek) untuk di hipnotis sebelumnya kita sudah berapa kali menghipnotis orang tersebut, lalu pada saat pegelaran otomatis objek dengan sekali sentuh akan mengikuti perintah kita. Kalau memang sehebat itu suruh saja menghipnotis lewat layar kaca semua orang yang nonton sehingga mengikuti segala perintah yang diberikan oleh si penghipnotis.  Hipnotis untuk pengobatan banyak di lakukan oleh ahli-ahli ilmu jiwa, psikiater mererapkan ilmu ini† bertujuan untuk membuat pasien lebih kuat dan mampu mengendalikan pikiran serta jiwanya sendiri.†Apabila therapi hipnotis benar-benar sesuai dengan takaran serta di lakukan oleh seseorang yang†profesional ,segala bentuk pikiran negatif dan kelemahan†maupun penyakit mental pada umumnya dapat tersembuhkan.  Pada dasarnya sertiap orang sudah terkena hipnotis, apabila anda sering nonton film ketika pikiran anda terpusat dan asyik oleh†peran film tersebut,†tiba-tiba anda menangis, atau tertawa, padahal anda tertawa dengan layar kaca. Pada hakikatnya kita semua adalah terhipnotis dengan ilusi dunia fana ini.....sejauh yang kita cari, setinggi yang kita daki, sebanyak yang kita dapatkan, hanyalah menunggu waktu kematian.